Keren! Dosen PCR Raih Prix Mahar Schützenberger Berkat Riset Agen Otonom dan AI
Kategori Lainnya
Berita Terbaru
Prancis (15/6) - Politeknik Caltex Riau (PCR) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Prestasi kali ini diraih oleh Ardianto Wibowo, S.Kom., M.T., dosen Jurusan Teknologi Informasi PCR, yang berhasil meraih Prix Mahar Schützenberger, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh AFIDES (Association Franco-Indonésienne pour le Développement des Sciences) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis kepada empat kandidat doktor (Ph.D.) Indonesia terbaik setiap tahunnya.
Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Distributed Intelligence on A Group of Autonomous Agents under Distributional Shift”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kecerdasan terdistribusi berbasis Multi-Agent Reinforcement Learning (MARL) pada sekelompok agen otonom, seperti drone, agar mampu berbagi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam menentukan aksi di tengah perubahan kondisi lingkungan yang dinamis.
Saat ini, Ardianto tengah menempuh studi doktoral melalui program Marie Skłodowska-Curie Actions Fellowship pada skema Australia-France Network of Doctoral Excellence (AUFRANDE) di IMT Atlantique, Prancis dan Flinders University, Australia.
Ardianto mengungkapkan bahwa penelitian yang ia lakukan berupaya menjawab tantangan bagaimana sekelompok agen otonom dapat bekerja sama dan tetap adaptif ketika menghadapi perubahan kondisi lingkungan yang tidak terduga.
"Penelitian ini berfokus pada pengembangan kecerdasan terdistribusi berbasis Multi-Agent Reinforcement Learning pada sekelompok agen otonom agar dapat saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan adaptasi dalam menentukan aksi ketika menghadapi perubahan kondisi lingkungan yang dinamis. Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi agen otonom yang lebih cerdas dan kolaboratif di masa depan," ujar Ardianto.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya serta berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dosen PCR terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di tingkat global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen PCR dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.