Laporan Tahunan 2014

Lapran Tahunan 2014 PCRProgram-program yang dijalankan pada tahun 2014 mengacu kepada rencana strategis (Renstra) dan rencana operasional (Renop) PCR tahun 2012 – 2016. Selain itu saran dan keputusan yang diambil pada rapat Dewan Pembinan Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) tahun 2014 juga menjadi pedoman dalam berbagai aktivitas yang dilaksanakan. Satu hal yang terjadi pada Tahun 2014 adalah dilakukan suksesi kepemimpinan dimana posisi Direktur berganti dari Bapak Dadang Syarif SS, Ssi, M.Sc. ke Bapak Dr. Hendriko, S.T., M.Eng. Bapak Dadang Syarif SS, S.Si., M.Sc. mendapat tugas untuk melanjutkan pendidikan S3 di Program Doktor Universitas Gajah Mada.

Banyak hal yang dicapai oleh sivitas akademika Politeknik Caltex Riau pada tahun 2014, namun dari semua capaian tersebut yang paling membanggakan adalah meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Caltex Riau. Hal ini merupakan indikator keberhasilan utama atas segala usaha panjang yang telah dilakukan keluarga besar Yayasan Politeknik Chevron Riau. Politeknik Caltex Riau menerima sebanyak 569 mahasiswa pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2014. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sepanjang sejarah penerimaan mahasiswa baru PCR dan jumlah ini jauh di atas target yang ditetapkan yaitu sebanyak 450 mahasiswa. Dengan minat masyarakat untuk kuliah di PCR yang sangat tinggi, Politeknik Caltex Riau memutuskan untuk meningkatkan kuota mahasiswa. Hal ini mungkin dilakukan karena fasilitas yang dibutuhkan sudah tersedia sejalan dengan selesainya pembangunan gedung baru PCR. Untuk menunjang kegiatan akademik sebagai dampak peningkatan jumlah mahasiswa maka jumlah laboratorium komputer ditambah serta dosen baru direkrut. Peningkatan jumlah mahasiswa ternyata juga diikuti dengan peningkatan tingkat keketatan masuk hingga menjadi 1 : 2,9. Hal ini berarti bahwa tidak hanya kuantitas mahasiswa yang bertambah namun juga kualitas mahasiswa ikut meningkat.

 

Peningkatan dari sisi output dan kualitas lulusan terus dilakukan guna menghasilkan lulusan PCR yang kompetitif. Secara sistemik dilakukan pembekalan dan advokasi kepada calon-calon lulusan dalam bentuk pelatihan, pengalaman kerja/magang/program COOP, job fair dan tracer study. Sampai dengan akhir tahun 2014, jumlah lulusan PCR adalah sebanyak 1949 orang. Terakhir pada tanggal 15 November 2014 PCR meluluskan sebanyak 311 orang alumni dengan tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 80,44% atau meningkat 1,1% dibanding tahun sebelumnya. Beberapa indikator utama yang diraih lulusan tahun 2014 diantaranya adalah IPK rata-rata untuk D3 sebesar 3,12 dan D4 3,29. Terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya meskipun untuk D3 masih di bawah 0,03 poin dibanding target indikator yang ditetapkan Renstra. Selain IPK, hasil test TOEFL yang diikuti calon alumni juga meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 487. Meskipun angka yang diperoleh cukup tinggi dan diatas target indikator yaitu sebesar 470, namun angka ini masih belum bisa dijadikan acuan untuk menyatakan bahwa tingkat kemampuan bahasa inggris lulusan PCR sudah baik. Proses pengujian yang dilakukan masih belum memiliki standar yang jelas sehingga data yang ada masih sangat diragukan validitasnya. 

Lulusan Politeknik Caltex Riau selain memiliki ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik, mereka juga dibekali dengan sertifikasi kompetensi yang terkait dengan bidang masing-masing. Misalnya saja sertifikasi Cisco Network Academy Program (CNAP) untuk mahasiswa program studi Teknik Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Telekomunikasi dan Teknik Elekronika Telekomunikasi; serta sertifikasi kompetensi MYOB dan pasar modal bagi program studi Akuntansi. Selain itu sertifikasi bidang PLC bekerjasama dengan PT Schneider yang diberikan bagi mahasiswa program studi Teknik Mekatronika dan Teknik Elektronika. Salah satu program yang dicanangkan pada Program Hibah Kompetisi Peningkatan Mutu Pendidikan Politeknik (PHK-PMPP) adalah pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk bidang otomasi. Lembaga ini dimaksudkan untuk mendukung program sertifikasi kompetensi calon lulusan disamping akan dijadikan sebagai sumber pendapatan dengan melayani kebutuhan masyarakat khususnya industri. Pada tahun 2014 seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan ijin pendirian LSP telah dilengkapi dan siap dikirim ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Politeknik Caltex Riau sebagai institusi pendidikan tinggi selain menjalankan fungsi pembelajaran juga diwajibkan untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian. Hal ini merupakan wujud dari tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu selain memperkuat proses akademik dalam bidang pembelajaran, Politeknik Caltex Riau juga mendorong agar para dosen melakukan dan mengembangkan penelitian dan pengabdian masyarakat. Peningkatan gairah meneliti untuk menghasilkan publikasi menjadi sangat penting karena memberi pengaruh yang besar dalam penilaian akreditasi program studi maupun akreditasi institusi. Disamping itu porsi penelitian dalam penilaian kenaikan jabatan fungsional dosen juga sangat besar. Oleh karena itu semangat meneliti para dosen harus terus-menerus didorong agar dapat memenangkan hibah penelitian dan pada akhirnya menghasilkan publikasi hasil penelititan. Patut disyukuri bahwa dari data yang ada menunjukan terjadi trend peningkatan. Pada tahun 2014 dosen PCR memenangkan sebanyak 40 paket hibah dengan total dana hibah sebesar Rp 388.519. Dan jumlah publikasi ilmiah juga meningkat dari 53 di tahun 2013 menjadi 60 publikasi di tahun 2014. Yang paling menggembirakan dalam bidang penelitian adalah: index partisipasi dosen dalam melaksanakan penelitian meningkat pesat menjadi 70.51 % dibanding tahun sebelumnya yang hanya 33,8%.

Politeknik Caltex Riau memiliki visi untuk mampu bersaing baik secara Nasional maupun Internasional. Salah satu indikator sebagai wujud keberhasilan dalam menjalankan visi tersebut adalah: seberapa mampu para mahasiswa Politeknik Caltex Riau berkompetisi dengan mahasiswa lainnya yang ada di Indonesia dan bahkan di tingkat Internasional. Oleh karena itu Politeknik Caltex Riau terus mendorong para mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kompetisi khususnya yang berbasis kompetensi. Pada tahun 2014 tercatat beberapa prestasi membanggakan yang dapat diukir para mahasiswa dan juga dosen adalah: 

  1. Politeknik Caltex Riau menjadi Juara ke-3 pada Kontes Programmable Logic Controller (PLC) tingkat Nasional di ITB Bandung.
  2. Juara ke-3 pada Lomba Kontes Robot Cerdas Regional Sumatera di Politeknk Negeri Padang.
  3. Juara 1 untuk kategori Debugging serta Juara 2 dan 3 untuk kategori Mobile Application pada Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (OTIK) ke-5 di UIN Suska.
  4. Sebanyak 18 Judul Proposal Mahasiswa didanani oleh Ditjen-Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2014. Jumlah ini termasuk jumlah terbanyak dari PT yang ada di lingkungan Kopertis Wil-10
  5. Sebanyak 5 orang mahasiswa PCR diundang mengikuti Temasek Foundation SCALE Programme Specialists’ Community Action and Leadership Exchange selama satu bulan di Singapura. Yang membanggakan bagi kami adalah: Program tersebut hanya diberikan untuk 2 Politeknik yang ada di Indonesia, dan PCR menjadi salah satu Politeknik yang terpilih bersama dengan Politeknik Negeri Malang.
  6. Yang terbaru adalah Satu tim mahasiswa PCR masuk ke babak final Gemastik 2014 dan bertanding dengan 9 kampus besar Indonesia yang diadakan di UGM.
  7. Selain prestasi mahasiswa, PCR juga dengan bangga menyampaikan bahwa salah satu Dosen PCR yaitu Ibu Retno Tri wahyuni, Dosen Program Studi Teknik Elektronika, terpilih menjadi Dosen Teladan di tingkat Kopertis Wilayah X. 

Tertib administrasi secara terus menerus dilakukan dalam berbagai hal. Perhatian khusus diberikan untuk perbaikan administrasi keuangan yang dalam beberapa tahun terus digalakan. Pada tahun 2014 laporan keuangan UPT PPM yang selama ini terpisah mulai disatukan dengan laporan keuangan YPCR. Audit laporan keuangan tahun 2014 untuk tahun buku 2013 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik memberi opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP). Ini berarti bahwa proses administrasi keuangan yang dilakukan sudah benar dan YPCR berhasil mempertahankan status WTP untuk laporan keuangan..

Dibidang kepegawaian, PCR memiliki Pegawai Tetap sebanyak 89 orang dan pegawai kontrak sebanyak 25 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 78 orang dosen dan sisanya adalah tenaga kependidikan. Pada tahun 2014 YPCR menambah Pegawai baru sebanyak 9 orang dan 6 diantaranya adalah dosen. Namun disamping penambahan, pada tahun tersebut terdapat 2 orang dosen yang mengundurkan diri. Jumlah dosen yang cukup merupakan salah satu kunci agar proses akademik dapat berlangsung dengan baik. Namun jumlah saja tidaklah cukup, kualitas proses akademik juga sangat diperngaruhi oleh kualitas dan kualifikasi dosen. Oleh karena itu pengingkatan kualifikasi dosen dengan studi lanjut dan peningkatan kompetensi dosen melalui training terus dilakukan. Pada tahun 2014 sebanyak 10 orang Dosen berhasil menyelesaikan studi pada program Magister dan 1 orang pada program Doktoral. Pada akhir 2014 tercatat sebanyak 10 orang dosen yang sedang mengikuti program Magister dan 6 orang pada program Doktoral. Ditargetkan pada tahun 2015 semua dosen sudah memiliki kualifikasi minimal S2 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Dalam hal jabatan fungsional, terdapat peningkatan jumlah Lektor menjadi 24 orang dari yang sebelumnya hanya 13 orang. Dan pada tahun 2014 PCR memiliki 2 orang dosen yang dipromosi menjadi Lektor Kepala.