Sarasehan Program Belajar Terpadu (PBBT) Co-op DIKTI

Setelah berhasil meraih dana hibah untuk Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) atau Co-op DIKTI di tahun 2016 ini, PCR memfasilitasi

 

para mahasiswanya untuk belajar berwirausaha di UMKM. Program pemagangan UMKM ini diinisiasi oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KemenristekDIKTI). Dalam pelaksanaan program Co-op, mahasiswa diberikan magang di UMKM dan diberi gaji oleh pemerintah dari dana hibah tersebut.

Untuk menjalin kerjasama dan komunikasi dengan UMKM, PCR mengadakan acara Sarasehan Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) Co-op DIKTI, Jum’at (16/12).

Para pemilik UMKM yang hadir dalam sarasehan tersebut berbagi pengalaman mengenai peluang dan kebutuhan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Terlebih, memasuki era pasar bebas, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), UMKM tidak lagi dihadapkan pada persaingan lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Pelaku usaha kecil ini harus dapat menjadi UMKM kekinian yang mau berinovasi dan mengembangkan produknya.

Pada acara sarasehan ini, Pembantu Direktur III Bidang Kerjasama, Bisnis dan Pemasaran, Sugeng Purwantoro menyampaikan bahwa Program Co-op merupakan program yang mengintegrasikan berbagai latar belakang ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dengan pengalaman nyata di dunia usaha. “Hasil akhir dari program ini yaitu diharapkan para mahasiswa peserta Co-op DIKTI dapat menjadi calon wirausahawan yang memiliki inovasi baru dalam menciptakan dan mengembangkan lapangan kerja yang siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” jelasnya.

  • Berita
Bagikan ke teman

Komentar