BEM PCR Ikuti SARNAS FKMPI XVIII di Lhokseumawe

Forum  Komunikasi  Mahasiswa  Politeknik  Se-Indonesia (FKMPI) pada tahun ini melaksanakan agenda nasional yaitu Sarasehan Nasional Forum  Komunikasi  Mahasiswa  Politeknik  Se-Indonesia (SARNAS FKMPI) yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Lhokseumawe  pada 5 November – 10 November 2017 yang lalu.  Kegiatan SARNAS FKMPI XVIII ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Caltex Riau (BEM PCR) Kabinet Mahakarya langsung diwakili oleh Ropi Hendiko selaku Presiden BEM PCR.

 

Momentum Sarasehan Nasional ini mengusung tema “Mewujudkan Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi melalui FKMPI yang Berkarya untuk Politeknik Berjaya” dan diawali dengan  persembahan Tari Sambot Jame Ranub Lampuan dari Sanggar Seni Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe. Pada acara ini langsung dibuka secara resmi oleh Staff Ahli Gubernur Aceh yaitu Bapak Drs. Abdul Karim, Msi. SARNAS FKMPI ke-XVIII ini diikuti oleh 27 Politeknik dari seluruh Politeknik yang ada di Indonesia dan dihadiri sekitar 51 delegasi.

Adapun tujuan dilaksanakannya SARNAS FKMPI ke-XVIII ini adalah untuk mempererat tali silaturrahmi antar Mahasiswa Politeknik seluruh Indonesia, membuka wawasan Mahasiswa, mengeluarkan dan menampung gagasan Intelektual, mengevaluasi Kinerja Sekjend FKMPI selama 6 bulan, serta menunjukkan Respon Poliktenik Negeri Lhokseumawe terhadap program revitalisasi.

“Dengan adanya SARNAS FKMPI ke-XVIII ini, dapat membantu mahasiswa-mahasiswa dari berbagai politeknik dalam menuangkan pikiran kreatifnya untuk meningkatkan kurikulum baru yang nantinya dapat menghasilkan lulusan profesional dan memiliki integritas tinggi. Dalam hal ini, peran mahasiswa sangat penting untuk memperjuangkan nilai-nilai norma masyarakat yang menyangkut orang banyak, tidak hanya pikiran kreatif dan kritis tetapi juga ikut berkontribusi dalam kegiatan, “ ungkap Ropi Hendiko, selaku Presiden Mahasiswa PCR.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dibutuhkan gerakan mahasiswa yang seimbang antara idealisme dan kemandirian mahasiswa yang didasarkan pada suatu ideologi yang berfungsi dalam melakukan perubahan. Perubahan tersebut harus didasari identitas diri yang mempunyai tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral. Hal tersebut yang yang menjadi peran utama dalam kehidupan demi suatu perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

  • Berita
Bagikan ke teman